Langsung ke konten utama

Postingan

ANAKKU ADA KEKUATAN RAKSASA DIDALAM DIRIMU

ND_SeputarAyah Bismillah. Anakku, didalam dirimu terdapat kekuatan raksasa yang tertidur. Kekuatan itu memiliki kekuatan yang dahsyat. Kekuatan yang bisa membuatmu membangun gedung tertinggi di dunia. Kekuatan yang bisa membuatmu berkuasa lintas batas negara melalui perusahaan raksasa sekelas Microsoft. Kekuatan yang bisa kamu manfaatkan untuk membangun seribu kota menjadi sekelas NewYork. Dan juga kekuatan yang bisa mengangkat 1 Milliar rakyat miskin tuk hidup sejahtera dan berkecukupan. Di dalam dirimu terkandung kekuatan dahsyat yang tinggal kamu bangunkan. Kekuatan yang sejatinya telah Allah SWT berikan. Ya...Allah telah berikan ada dalam dirimu. Tinggal kamu bangunkan saja. Tinggal kamu perintahkan saja. Tinggal kamu gerakan saja. Tinggal kamu manfaatkan saja. Namun kamu juga perlu berhati-hati, karena kekuatan dahsyat itu juga bisa berbahaya untukmu. Ia bisa saja justru berbalik menguasaimu. Membuatmu rusak layaknya angkara murka yang merusak dunia. Itu sebabnya, engk...
Postingan terbaru

SENJA DI PASURUAN

Sore itu, jam sudah menunjukkan pukul 5.30 petang. Sang matahari sudah mulai condong ke arah barat. Mungkin hanya dua jengkal jarak matahari dari batas dimana ia hendak terbenam hari itu. Saat aku memandangi garis pantai yang cantik di Pasuruan. Ada yang menarik mataku dan juga bathinku. Ada beberapa sosok anak nelayan tengah berlarian bermain diatas pasir pantai. Mereka berkelakar, tertawa dan bahkan bergulingan di atas pasir pantai. Sebenarnya pasir itu bisa ku bilang tidak cukup bersih untuk di buat bermain. Karena memang tempat ini bukanlah tempat wisata yang terjaga kebersihannya, melainkan perkampungan nelayan yang ada di pinggir pantai yang sederhana.   Tapi faktanya, anak-anak nelayan ini begitu asiknya berlarian dan bermain diatas pasir pantai tersebut. Sejenak ku perhatikan dan ku merenung akan hal ini. Kesederhanaan, tak menghalangi gelak tawa mereka. Melompat dan bergulingan begitu riang gembira. Permainan sederhana namun mampu membuat mereka tertawa bahagia. So...

MENJADI PEMENANG

Buat penggemar nonton, mungkin kita tak asing lagi dengan adegan peperangan yg di munculkan dalam film-film produksi salah satu negara Adidaya saat ini. Coba deh kita perhatikan, banyak film peperangan menceritakan tentang penugasan prajurit-prajurit muda yang dikirim ke berbagai penjuru dunia. Prajurit2 tersebut mayoritas adalah para pemuda yang sedang menjalani wajib militer. Mereka dikirim ke berbagai kancah medan perang untuk menghadapi kenyataan "Hidup atau Mati". Disinilah sang prajurit muda tersebut harus melalui berbagai rintangan mulai dari semak belukar, padang pasir yang panas, jebakan bom ranjau, jebakan lubang maut, panah beracun, dan berbagai macam hal yang bisa menyebabkan kematian. Sang prajurit muda juga harus menghadapi kenyataan kurangnya makan dan minum, fisik yang lelah dan mental yang tertekan dengan begitu dahsyatnya akibat kondisi di lapangan yang begitu tak bersahabat. Nah biasanya, peperangan tersebut akhirnya di menangkan setidaknya karen...

LEDAKKAN!!!!

Apa yg terbersit di fikiran sahabat sekalian tatkala membaca atau mendengar kata “LEDAKKAN!!!”…….. Hmmm, pasti mayoritas akan berfikir wah nih teroris yg mau buat makar dengan meledakkan sesuatu . Yup, memang tak ayal orang akan berfikir ke arah sana, akan tetapi kali ini kita akan benar2 meledakkan tapi dari sisi yang tentunya POSITIF. So, apa yg akan kita ledakkan kali ini kawan???? Yap, anggaplah anda pedagang baju atau fashion, nah di bulan ramadhan menjelang lebaran tentunya minat dan kebutuhan umat muslim untuk membeli baju akan sangat banyak sekali. Di bulan ini orang akan menghabiskan sebagian besar pengeluarannya untuk baju baru mereka. Coba bayangkan berapa potensi keuntungan bisnis baju pada bulan mulia ini? Tentunya sangaaatttt besar sekali. Nah buat yg memang hobi dagang pakaian bulan ini adalah bulannya meraup keuntungan sebesar2nya. Disinilah kita dapat meledakkan omset dan keuntungan hingga berkali-kali lipat. Ok contoh kedua, seandainya anda jago bik...

MEMUPUK DAYA JUANG

Richi dilahirkan dari keluarga kaya raya dengan berbagai fasilitas yang dimilikinya sejak kecil. Diumurnya yang ke 30, ia di berikan satu buah rumah besar di sebuah komplek mewah anggaplah di sekitaran Kelapa Gading. Richi juga di berikan hadiah oleh orang tuanya 1 buah mobil mercy E200 terbaru. Serta tak kalah seru, rekening tabungannya juga di isikan dengan nominal 1 milyar rupiah. Wuiiih uenaaaak tenan ya si Richi ini. Sementara kita Lihat sahabat kita yang lain. Sebut saja Iman namanya. Si Iman ini adalah seorang anak yang terlahir dari keluarga yg biasa-biasa saja, tinggal di gang sempit di seputaran Tanjung Priok Jakarta Utara. Dengan perjuangan hidup, meniti karir dari nol, belajar dengan keras, jatuh bangun, gagal-gagal-gerhasil dan semangat mengejar mimpi yang terus menerus di gaungkan dalam hatinyanya akhirnya di umur yang sama Iman berhasil mendapatkan 1 buah mobil Mercy E200 terbaru, 1 buah rumah mewah di bilangan Kelapa Gading pula, serta membukukan nominal 1 milyar r...

MENCARI MAKNA SUKSES DAN KEBAHAGIAAN

Banyak orang sering terjebak dalam paradigma berfikir bahwa sukses kerap kali berdampingan dengan bahagia. Banyak dari kita berfikir kalau sudah jadi sukses (missal: jadi sarjana, jadi orang kaya, jadi pengusaha, jadi presiden, jadi artis atau apapun pencapaian) tentunya akan di barengi dengan kebahagian. Ibarat mata koin uang logam di mana satu sisi dengan sisi yang lain selalu bersama-sama. Akan tetapi siapa sangka, banyak kita lihat, orang yang sudah mencapai tingkat apa yang mereka impikan tersebut ternyata hanya memberikan “kesenangan” sementara, dan bukan kebahagiaan yang sebenarnya. Contoh kasus ketika seseorang baru saja mendapatkan gelar sarjana, pada saat toga di kenakan, rasa senang, bangga, dan bahagia memuncak di saat tersebut. Namun tatkala 1 – 2 hari berlalu, rasa senang dan bangga tersebut secara bertahap mulai surut dari perasaan dan menghilang di hari-hari berikutnya. Bersamaan dengan surutnya perasaan senang, justru perasaan khawatir makin membesar. Khawatir aka...

MEMAKNAI NILAI

Mungkin sebagian besar dari anak kita sudah menjadikan makanan fastfood seperti layaknya makanan di rumahan. Dengan gampangnya anak-anak kita minta diantar ke sana saat pulang sekolah mereka. Alhasil semakin jarang anak-anak kita makan hasil masakan bunda mereka. Memang sih sekilas tidak ada masalah atas hal tersebut. Tapi coba deh kita pelajari sejenak. Coba kita bayangkan berapa harga 1 porsi makanan fastfood tersebut?  Ambil saja rata-rata Rp.20,000. Sekarang kita prediksi berapa kali dalam sebulan mereka mampir kesana? OK, anggap saja seminggu 2x yang berarti 8x dalam sebulan. Nah totalnya berarti konsumsi fastfood mereka adalah 8 x Rp. 20.000 = Rp. 160.000. Itu kalo salah satu anak kita yg makan, bagaimana kalo 2 atau bahkan 3 orang anak kita dan bahkan kita sendiri ikut nimbrung makan disana berapa sudah yang di keluarkan untuk konsumsi satu macam panganan tersebut? Belum lagi kebutuhan anak-anak kita yang lain seperti mainan, jajan di jalanan depan rumah, dan lain-...