Langsung ke konten utama

GOLDEN MOMENT


Hampir rata-rata para ayah muda dimasa kini akan mengejar habis-habisan karir yang mereka emban. Hal itu di lakukan lantaran obsesi pribadi maupun memang tuntutan kerja saat ini yang benar-benar luar biasa bebannya baik pikiran maupun waktu.
Tak ayal akhirnya manakala sang ayah tiba di rumah, kondisi badan sudah lunglai tak bertenaga dan waktu pun sudah gelap gulita.
Disaat energy yg sangat menipis tersebut sang anak yang masih berumur balita dengan riangnya berlari menuju sang ayah. Dengan gembiranya ia menunjukan hasil karyanya berupa gambar dari goresan krayon yang di belinya bersama bunda tadi pagi.
Dengan riangnya ia ber teriak “ayah-ayah liat deh gambarku, bagus gak?”
Sang ayah dengan sisa energinya lalu menyapa “iya nak bagus gambarmu”.
Sang anak” Yah, temenin aku yuk gambar lagi…….”
Sang ayah: “iya nak ayah temenin deh”
Lalu sang anak bergegas mengambil peralatan gambar dan mulai menggambar, sementara sang ayah dalam hitungan menit tertunduk perlahan dan akhirnya tak kuasa menahan kantuk dan mendengkur……..zzzzzzz……
Sang anak yg sudah selesai menggambar, lalu berniat menunjukan gambarnya ke sang ayah ternyata menemui kenyataan bahwa hasil karyanya tak mendapat pujian lagi karena sang ayah sudah tidur pulas di sampingnya. Dan akhirnya kecewalah hatinya malam itu.
Sahabat ayah yang baik. Kejadian diatas bukanlah hal aneh yang terjadi pada ayah-ayah jaman sekarang. Energi untuk anak kita ternyata hanya sisa yang mereka dapatkan. Sehingga dengan ini banyak dari mereka tumbuh dengan kekecewaan. Energi kekecewaan yang memancing energy negative bagi pertumbuhan phisik maupun kejiwaannya.
Untuk itu, mari kita menyediakan energy, waktu dan semangat positif untuk anak-anak kita agar masa terbaik mereka (Golden Moment) tidak tersia-sia dan mereka bertumbuh dengan energy positif demi tumbuh kembang mereka menjadi pribadi-pribadi hebat untuk menghadapi tantangan hidup dimasa depan kelak.
Semoga menjadi pembelajaran buat kita, semangat perubahan untuk menjadi ayah yang terbaik bagi generasi penerus kita.
Sudrajat Aryadi
Sang petualang hidup
   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANAKKU ADA KEKUATAN RAKSASA DIDALAM DIRIMU

ND_SeputarAyah Bismillah. Anakku, didalam dirimu terdapat kekuatan raksasa yang tertidur. Kekuatan itu memiliki kekuatan yang dahsyat. Kekuatan yang bisa membuatmu membangun gedung tertinggi di dunia. Kekuatan yang bisa membuatmu berkuasa lintas batas negara melalui perusahaan raksasa sekelas Microsoft. Kekuatan yang bisa kamu manfaatkan untuk membangun seribu kota menjadi sekelas NewYork. Dan juga kekuatan yang bisa mengangkat 1 Milliar rakyat miskin tuk hidup sejahtera dan berkecukupan. Di dalam dirimu terkandung kekuatan dahsyat yang tinggal kamu bangunkan. Kekuatan yang sejatinya telah Allah SWT berikan. Ya...Allah telah berikan ada dalam dirimu. Tinggal kamu bangunkan saja. Tinggal kamu perintahkan saja. Tinggal kamu gerakan saja. Tinggal kamu manfaatkan saja. Namun kamu juga perlu berhati-hati, karena kekuatan dahsyat itu juga bisa berbahaya untukmu. Ia bisa saja justru berbalik menguasaimu. Membuatmu rusak layaknya angkara murka yang merusak dunia. Itu sebabnya, engk...

PESAN AYAH TUK ANANDA

Duhai anak-anakku jadilah kalian anak yang sholeh, yang kelak memimpin dunia dengan hati kalian. Menjadi manusia yang taat beribadah dan mengajak siapapun untuk tunduk patuh kepada Allah SWT. Dengan ilmu dan kepandaian yang di anugerahi  Allah swt kalian memajukan dunia dengan karya fenomenal yang mampu mengguncang dunia. Mampu memberi manfaat untuk seluruh  ummat. Menjadi suri tauladan yang bagi semua orang. Mampu menawarkan racun-racun dunia dengan kebersihan dan kesejukan hatimu. Perindah hidup orang2 yang putus asa dan lejitkan orang yang bersemangat.  Sudrajat Aryadi Sang petualang hidup

SENJA DI PASURUAN

Sore itu, jam sudah menunjukkan pukul 5.30 petang. Sang matahari sudah mulai condong ke arah barat. Mungkin hanya dua jengkal jarak matahari dari batas dimana ia hendak terbenam hari itu. Saat aku memandangi garis pantai yang cantik di Pasuruan. Ada yang menarik mataku dan juga bathinku. Ada beberapa sosok anak nelayan tengah berlarian bermain diatas pasir pantai. Mereka berkelakar, tertawa dan bahkan bergulingan di atas pasir pantai. Sebenarnya pasir itu bisa ku bilang tidak cukup bersih untuk di buat bermain. Karena memang tempat ini bukanlah tempat wisata yang terjaga kebersihannya, melainkan perkampungan nelayan yang ada di pinggir pantai yang sederhana.   Tapi faktanya, anak-anak nelayan ini begitu asiknya berlarian dan bermain diatas pasir pantai tersebut. Sejenak ku perhatikan dan ku merenung akan hal ini. Kesederhanaan, tak menghalangi gelak tawa mereka. Melompat dan bergulingan begitu riang gembira. Permainan sederhana namun mampu membuat mereka tertawa bahagia. So...