Langsung ke konten utama

MEMBANGUN NILAI


Umumnya setiap orang hanya berfokus pada melaksanakan, menjalankan, atau sekedar menuruti keadaan.  Belum banyak orang yang berfikir untuk “membangun nilai” atau istilah kerennya value creation. Dalam dunia bisnis orang sering menyebutnya membuat nilai tambah. Sebagai contoh: jika 1 kg besi di hargai hanya 7,000 rupiah perkilonya. Lalu bagaimana membuatnya menjadi bernilai 100,000 rupiah? Yap…. Banyak orang mungkin bingung memikirkan bagaimana menaikan nilainya yah?
Nah sederhana saja, jika 1 bongkah besi seberat 1 kg tersebut di buat menjadi 1000 buah jarum jahit seharga 100 rupaih per buahnya, maka tentu nilainya otomatis akan berubah. Untuk mengubah seonggok besi menjadi 1000 buah jarum tentunya di butuhkan ilmu membuat jarum dari mulai bongkahan sampai menjadi jarum dengan ujung yang lancip-2 tersebut.
Ya Itulah “ilmu”. Ilmu dapat mengubah apapun dari yang kurang bernilai menjadi lebih bernilai atau bahkan sangat bernilai.  Hal inilah yang mestinya di ajarkan kepada anak-anak kita bahwa mereka bersekolah, belajar, berlatih dan berusaha adalah upaya mempersiapkan diri mereka untuk mampu menelorkan ide-ide kreatif untuk membangun nilai tersebut.
Saat ini, fenomena pembelajaran di sekolah mayoritas berbasis “lulus ujian”, “lulus test masuk perguruan tinggi”, dan sekali lagi hanya sekedar lulus dengan nilai tinggi. Fenomena pendidikan di sekolah saat ini masih belum beranjak untuk mengubah paradigma anak-anak kita untuk berfikir kreatif dan tahu akan manfaat apa yang mereka pelajari di sekolah.
Untuk itulah dari pada kita meratapi keaadaan yang terjadi di sekolah, ada baiknya kita sebagai ayah dari anak-anak kita memulai menanmkan kesadaran membangun nilai ini kepada anak-anak kita di mulai dari rumah kita masing-masing. Sadarkan anak-anak kita akan pentingnya membangun nilai dengan memberikan ilustrasi-ilustrasi di atas. Dengan ilustrasi yang sederhana maka apa yang kita sampaikan akan mudah di fahami oleh anak-anak kita.
Bahwa dengan mereka belajar matematika, sehingga mereka bisa menghitung berapa keuntungan penjualan sepatu futsal mereka. Bahwa dengan belajar fisika, mereka mampu mempercepat perjalanan dengan metoda percepatan. Bahwa dengan belajar kimia, mereka dapat membuat pupuk yang nantinya akan mensejahterakan ribuan bahkan jutaan petani di seluruh Indonesia. Terus dan teruslah kita tak pandang waktu dan tenaga untuk terus menyadarkan anak-anak kita akan pentingnya membangun nilai. Dengan pendekatan pengajaran yang berlandaskan kasih sayang di harapkan anak-anak kita akan sadar dengan senidirnya untuk terpacu mempelajari pelajaran-pelajaran yang mereka dapat di sekolah maupun di pelajaran atas kejadian-kejadian dalam hidup mereka. Bangun jiwa anak-anak kita untuk menjadi manusia yang manfaat dengan cara membangun nilai tersebut. Diharapkan setelah besar nanti mereka tidak hanya memikirkan karir  dan kebutuhan perut mereka semata, akan tetapi mampu meningkatkan nilai dari apa yang mereka upayakan sehingga hasilnya bisa dinikmati oleh ribuan bahkan jutaan orang. Kelak mereka mampu memiliki perusahaan besar yang nantinya mampu menjadi lading penghasilan bagi jutaan pekerja. Daripada hanya sekedar memenuhi kebutuhan perut semata kini menjadi pemenuhan rezeki bagi ribuan manusia. Itulah tujuan hidup penciptaan manusia sebenarnya. Maka mari kita mulai menanamkan paradigma “membangun nilai” pada anak-anak kita.
Sudrajat Aryadi
Seorang yang masih belajar menjadi ayah yg baik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANAKKU ADA KEKUATAN RAKSASA DIDALAM DIRIMU

ND_SeputarAyah Bismillah. Anakku, didalam dirimu terdapat kekuatan raksasa yang tertidur. Kekuatan itu memiliki kekuatan yang dahsyat. Kekuatan yang bisa membuatmu membangun gedung tertinggi di dunia. Kekuatan yang bisa membuatmu berkuasa lintas batas negara melalui perusahaan raksasa sekelas Microsoft. Kekuatan yang bisa kamu manfaatkan untuk membangun seribu kota menjadi sekelas NewYork. Dan juga kekuatan yang bisa mengangkat 1 Milliar rakyat miskin tuk hidup sejahtera dan berkecukupan. Di dalam dirimu terkandung kekuatan dahsyat yang tinggal kamu bangunkan. Kekuatan yang sejatinya telah Allah SWT berikan. Ya...Allah telah berikan ada dalam dirimu. Tinggal kamu bangunkan saja. Tinggal kamu perintahkan saja. Tinggal kamu gerakan saja. Tinggal kamu manfaatkan saja. Namun kamu juga perlu berhati-hati, karena kekuatan dahsyat itu juga bisa berbahaya untukmu. Ia bisa saja justru berbalik menguasaimu. Membuatmu rusak layaknya angkara murka yang merusak dunia. Itu sebabnya, engk...

PESAN AYAH TUK ANANDA

Duhai anak-anakku jadilah kalian anak yang sholeh, yang kelak memimpin dunia dengan hati kalian. Menjadi manusia yang taat beribadah dan mengajak siapapun untuk tunduk patuh kepada Allah SWT. Dengan ilmu dan kepandaian yang di anugerahi  Allah swt kalian memajukan dunia dengan karya fenomenal yang mampu mengguncang dunia. Mampu memberi manfaat untuk seluruh  ummat. Menjadi suri tauladan yang bagi semua orang. Mampu menawarkan racun-racun dunia dengan kebersihan dan kesejukan hatimu. Perindah hidup orang2 yang putus asa dan lejitkan orang yang bersemangat.  Sudrajat Aryadi Sang petualang hidup

SENJA DI PASURUAN

Sore itu, jam sudah menunjukkan pukul 5.30 petang. Sang matahari sudah mulai condong ke arah barat. Mungkin hanya dua jengkal jarak matahari dari batas dimana ia hendak terbenam hari itu. Saat aku memandangi garis pantai yang cantik di Pasuruan. Ada yang menarik mataku dan juga bathinku. Ada beberapa sosok anak nelayan tengah berlarian bermain diatas pasir pantai. Mereka berkelakar, tertawa dan bahkan bergulingan di atas pasir pantai. Sebenarnya pasir itu bisa ku bilang tidak cukup bersih untuk di buat bermain. Karena memang tempat ini bukanlah tempat wisata yang terjaga kebersihannya, melainkan perkampungan nelayan yang ada di pinggir pantai yang sederhana.   Tapi faktanya, anak-anak nelayan ini begitu asiknya berlarian dan bermain diatas pasir pantai tersebut. Sejenak ku perhatikan dan ku merenung akan hal ini. Kesederhanaan, tak menghalangi gelak tawa mereka. Melompat dan bergulingan begitu riang gembira. Permainan sederhana namun mampu membuat mereka tertawa bahagia. So...